Seni
dan
Reklame
Lantas
apa manfaatnya seni? Bukankah kita tidak ingin melihat alam kalau cuma
tiruannya? Setidaknya ada 2 jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan itu. Pertama,
untuk kepuasan diri sang seniman. Ketika hati kita senang, tanpa sadar
kita bersenandung. Di saat kesal kita ingin berteriak keras, pada waktu
sedih kita menangis. Buat apa semua itu? Tidak lain untuk mencurahkan isi
hati, agar puas. Yang kedua, untuk perhatian sosial. Misalnya sebagai
media penerangan, pendidikan, keagamaan atau hiburan. Kartu nama
adalah media sederhana untuk mensosialisasikan perusahaan. Spanduk
sebagai sumber informasi masyarakat, yang seharusnya bisa dimengerti isinya
kurang dari 10 detik. Miniatur maupun maket berguna bagi pendidikan sekaligus
penerangan.
Mencetak (seni 2 dimensi)
I. Cetak Relief
Misalnya
stempel.
Berkas yang kita dapat ketika mencap kertas dengan stempel adalah hasil
dari bagian yang menonjol. Oleh sebab itu cetak semacam itu disebut cetak
tinggi (Relief).
II.
Cetak Intaglio
Seni
cetak dalam (Intaglio Print) ialah mencetak dengan memakai klise yang mempunyai
permukaan tinggi-rendah. Contohnya negatif foto, sablon, dan sebagainya.
Membentuk (seni 3 dimensi)
I.
Membutsir
Teknik
ini berguna untuk membuat patung dari bahan lunak yang kemudian mengeras,
dengan jalan membentuk langsung memakai tangan atau alat bantu (butsir).
II.
Memahat
Yaitu
membuat karya dengan mencukil, menoreh, melubangi, menggores atau memotong
suatu benda keras. Seperti membuat patung dari segebog kayu. Tentu saja
alat yang dipakai lebih keras ketimbang perangkat membutsir. Plat nomor
berbahan seng dikerjakan dengan metode ini.
III. Mengecor
Teknik
cor merupakan cara membuat sesuatu dengan menuangkan bahan cair ke dalam
cetakan sebagai klise. Bahan yang semula cair ini akan mengeras dalam keadaan
berbentuk. Pembuatan plat nomor juga bisa dengan pengecoran, sudah pasti
harganya lebih mahal dari plat nomor seng.
|
|